counter customizable free hit

Hukum Bagi Seorang Makmum Yang Tertinggal Ruku’ Sholat Bersama Imam

Pertanyaan :

Sebagaimana yang pernah saya pelajari, jika seorang makmum tidak mengikuti Gerakan imam sholat dalam rangkaian rukun sholat secara sengaja, bisa membatalkan sholatnya.

Akan tetapi jika makmum belum ruku’ bersama imam, sedangkan pada saat itu makmum sedang membaca al fatihah dikarenakan si makmum mengikuti sebuah ajaran dalam sebuah madzhab bahwa Imam sholat tidaklah dibebankan kewajiban al fatihah dari para makmum, melainkan kewajiban al fatihah dibebankan untuk setiap individu dalam sholat, baik dalam sholat jahriyah maupun sirriyah.

Apakah sholatnya makmum yang sengaja tidak mengikuti Gerakan Imam (karena belum selesai membaca Al Fatihah) menjadi Batal?

Jawaban :

الحمد لله والصلاة
والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد

Jawaban yang rojih, menurut mayoritas ahli ilmu bahwa membaca Al-Fatihah wajib atas makmum dan imam, maupun sholat sendiri di setiap rakat. Baik sholat jahr maupun sir dan itu termasuk pendapat jadid Imam Syafii dan pendapat mayoritas sahabat, begitu pula pendapat Imam Bukhori dan Ulama Dhohiri, serta pilihan pendapat syeikh ibnu baz dan Sholih Al Utsaimin.

Terdapat sebuah hadits Riwayat abu bakroh ats tsabit dalam shohih bukhori yang menyebutkan, bahwa bacaan al fatihah gugur untuk makmum yang mendapati imam sedang ruku’, dan dihitung satu rakaat (jika makmum masih sempat ruku’ Bersama imam). Dalam madzhab syafii terdapat dua pendapat yang menyebutkan, apakah makmum wajib ruku menyertai imam, atau menyempurnakan bacaan al fatihah terlebih dahulu walaupun imam sudah berdiri dari ruku’nya.

Imam Abu Ishaq Asy Syirozi berkata dalam kitab Al Muhadzab :

قال أبو إسحاق الشيرازي
في المهذب : وإن أدركه في القيام وخشي أن تفوته القراءة ترك دعاء الاستفتاح واشتغل
بالقراءة لأنها فرض فلا يشتغل عنه بالنفل، فإن قرأ بعض الفاتحة فركع الإمام ففيه وجهان:
أحدهما: يركع ويترك القراءة لأن متابعة الإمام آكد؛ ولهذا لو أدركه راكعا سقط عنه فرض
القراءة . الثاني: يلزمه أن يتم الفاتحة لأنه لزمه بعض القراءة فلزمه إتمامها . انتهى

“Jika makmum mendapati imam dalam sholat berjamaah dalam keadaan berdiri namun khawatir dia akan terlewat membaca al fatihah, maka tidak perlu membaca doa istiftah tetapi langsung membaca al fatihah, sebab membaca Al- Fatihah termasuk rukun sholat, maka tidak perlu menyibukkan perkara yang sunnah. Namun bila hanya membaca Sebagian al fatihah lalu Imam ruku’, maka dalam kasus ini terdapat dua pendapat :

1. Makmum langsung ruku’ tanpa perlu menyempurnakan bacaan al fatihah, dikarenakan mengikuti imam lebih ditekankan dan dianjurkan. Oleh karenanya, bila mendapati imam sedang dalam posisi Ruku’, maka hukum membaca al fatihah menjadi GUGUR bai makmum.

2. Wajib bagi makmum untuk menyempurnakan bacaan al fatihahnya, sebab dia sudah membaca Sebagian dari al fatihah, maka wajib disempurnakan bacaannya hingga tuntas.

Syeikh Utsaimin merojihkan sebuah pendapat dalam kitabnya Syarh al mumti’, bahwa wajib bagi makmum mengikuti imam sholat meskipun dikhawatirkan imam akan bangkit dari posisi ruku’ dan makmum belum menyempurnakan bacaan al fatihah, karena adanya keumuman sebuah perintah dalam hadits untuk mengikuti gerakan imam.
 

 (وإذا ركع فاركعوا) متفق عليه

Artinya : “Jika imam ruku’, maka ruku’lah”. (Muttafaq ‘alaih)

Lalu beliau melanjutkan : “jikalau seluruh bacaan al fatihah bisa gugur hanya dengan mengikuti ruku’nya imam, maka sebagian bacaan yang tertinggal lebih utama bisa gugur, disebabkan ruku’nya Bersama Imam.
 

Dan yang tampak bagi kami -wallahu ‘alam bis showab- bahwa wajib bagi Makmum untuk menyempurnakan bacaan al fatihah meskipun Imam telah bangkit dari ruku’nya. Disebabkan dia mendapat udzur untuk tidak membersamai Gerakan imam, maka kasus ini dimasukkan dalam permasalahan, apabila seorang makmum tertinggal dari imam sholat karena udzur dalam sholat Khouf (Ketika perang), bacaan Al fatihah makmum bisa gugur tatkala mendapati imam dalam posisi ruku’ dikarenakan ketertinggalan rukun sebelumnya yaitu ‘berdiri’ (tidak lagi diwajibkan).

Adapun jika mendapati imam dalam posisi berdiri, maka wajib baginya untuk menyempurnakan bacaan al fatihah. Maka kasus ini masuk kedalam keumuman sebuah hadits Rasulullah yang berbunyi :

 
لا صلاة لمن لم يقرأ بفاتحة الكتاب. متفق عليه

Artinya : “Tidaklah sholat seseorang yang belum membaca surat Al fatihah” Muttafaq alaihi.

Imam Nawawi berkata dalam kitab Al Majmu’ :

قال النووي في المجموع: فإن قلنا : عليه إتمام الفاتحة فتخلف ليقرأ كان متخلفا بعذر فيسعى خلف الإمام على نظم صلاة نفسه فيتم القراءة ثم يركع ثم يعتدل ثم يسجد حتى يلحق الإمام ويعذر في التخلف بثلاثة أركان مقصودة وتحسب له ركعته فإن زاد على ثلاثة ففيه خلاف. انتهى.

“ Hendaknya bagi makmum menyempurnakan bacaan al fatihah, maka dia tertinggal Gerakan imam untuk menyempurnakan bacaannya disebabkan sebuah udzur, maka bagi makmum berusaha mengejar ketertinggalan sholatnya. Dia sempurnakan bacaan al fatihah, lalu ruku’, lalu itidal, kemudian sujud sampai dia bisa ikut bergabung dalam Gerakan imam. Makmum diberi udzur dalam ketertinggalan hanya sebanyak 3 gerakan rukun sholat ( tidak lebih). Selama kurang dari 3 gerakan, masih terhitung mendapatkan rakaat Bersama imam, seandainya lebih dari 3 gerakan, masih terdapat perbedaan pendapat dari para ulama.

Maka disini bisa menjadi jelas untuk anda, sholatnya makmum tidaklah batal dari apa yang ditanyakan diatas, selama seorang makmum tidak tertinggal dari Gerakan imam sebanyak 3 gerakan rukun Panjang sholat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top